February 26, 2020

Apa Itu Audit? Cari Tahu Yuk!

Apakah kata audit merupakan kata yang familiar di telinga masyarakat? Jika iya, maka sebenarnya apa itu audit?

Apa itu audit?

Berakar dari sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin “Audire”, sebenarnya apa sih artinya? Kata ini memiliki arti “Mendengar”. Pada masa awal – awal kata ini muncul, yaitu sekitar pertengahan abad ke – 19, para auditor – orang yang melaksanakan prosedur audit – merupakan orang yang mendengarkan laporan keuangan suatu perusahaan. Namun, definisi audit masa sekarang lebih meluas seiring dengan bertambahnya tujuan dilakukannya audit. Jadi, apa itu audit? Audit adalah penilaian/evaluasi atas suatu perusahaan, organisasi, proses, produk, atau bisa juga sistem. Pemeriksaan meliputi informasi – informasi yang dapat diukur dengan kriteria yang telah ditetapkan. Audit tidak dilakukan oleh sembarang orang. Proses ini dilakukan oleh pihak yang netral (tidak memihak), bersikap objektif, serta kompeten dalam bidang ini. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu definisi audit adalah pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan sebagainya) secara berkala. Namun, sebenarnya audit dapat dilakukan pada hal – hal mengenai perusahaan selain laporan keuangan.

Sejak kapan kata audit mulai dikenal?

Kata audit mulai dikenal pada pertengahan abad ke – 19. Negara – negara yang pertama melakukan prosedur audit adalah negara – negara kuno. Beberapa negara awal pengguna audit tersebut aalah Mesopotamia, Roma, Inggris, Yunani, India, dan beberapa negara kuno lainnya.

Apa audit penting?

Audit merupakan salah satu cara menilai perusahaan. Dengan mendapat penilaian dari seorang auditor, sebuah perusahaan akan terlihat bagaimana citranya. Perusahaan dengan laporan yang sesuai dan dianggap wajar oleh auditor akan dianggap sebagai perusahaan dengan manajemen yang baik. Dengan nilai yang baik dari auditor ini, perusahaan akan mendapat nilai lebih di mata para stakeholders.

Sama dengan pentingnya audit bagi perusahaan, audit bagi orang di luar perusahaan pun terasa penting. Bagi orang di luar perusahaan, perusahaan yang mendapat ‘rapor’ yang baik akan dianggap sebagai perusahaan yang dapat dilirik kalau – kalau orang tersebut ingin melakuka kerja sama dengan perusahaan tersebut. Lain halnya dengan perusahaan yang mendapat ‘rapor merah’ dari auditor. Orang di luar perusahaan seperti stakeholders akan merasa lebih waspada untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

Sebenarnya, selain lolos proses audit dan mendapatkan hasil yang baik, perusahaan juga memerlukan sertifikat ISO 9001. Sertifikasi ini adalah bentuk akreditasi bahwa perusahaan tersebut telah sesuai dengan standar manajemen internasional. Hal ini akan memberi nilai plus bagi perusahaan.

Jenis – jenis opini audit (dalam laporan keuangan)

Ada banyak jenis audit yang sering ditemui. Namun jenis audit yang paling sering terdengar adalah audit laporan keuangan. Dalam proses pelaksanaan audit, terdapat tahapan di mana auditor memberikan opini mengenai laporan keuangan yang ia periksa. Opini ini umumnya merupakan pendapat auditor yang berupa kesimpulan atas laporan keuangan tersebut. Ada beberapa jenis opini audit laporan keuangan, beberapa di antaranya adalah :

  1. Unqualified opinion

Dalam Bahasa Indonesia, unqualified opinion didefinisikan sebagai pendapat wajar tanpa pengecualian. Pendapat jenis ini merupakan pendapat yang dicantumkan dalam laporan audit bentuk baku. Kriteria opini laporan keuangan jenis ini adalah

  1. Laporan keuangan terbukti lengkap
  2. Terpenuhinya tiga standar umum
  3. Kesimpulan tiga standar lapangan telah dipatuhi telah berdasarkan bukti yang cukup yang diakumulasi
  4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)
  5. Tidak ada kemungkinan keadaan auditor untuk menambahkan paragraf penjelas atau melakukan modifikasi pada laporan.

 

  1. Modified unqualified opinion

Modified unqualified opinion dipahami sebagai opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan. Pada keadaan tertentu, auditor dapat merasa perlu menambahkan paragraf penjelasan dalam laporan audit yang dibuat.

  1. Qualified opinion

Qualified opinion didefinisikan sebagai pendapat wajar dengan pengecualian. Pendapat ini menyatakan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum di Indonesia.

  1. Adverse opinion

Berkebalikan dengan qualified opinion, adverser opinion memiliki arti pendapat atau opini tidak wajar. Opini ini menyatakan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara tidak wajar atau tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku secara umum di Indonesia.

  1. Disclaimer of opinion

Opini yang satu ini berbeda dengan opini – opini sebelumnya. Disclaimer of opinion dalam Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai pernnyataan tidak memberikan pendapat. Loh, apa maksudnya? Maksudnya, auditor tidak memberikan pendapat atau opininya pada laporan keuangan yang ia periksa. Mengapa? Biasanya opini ini dikeluarkan oleh auditor jika auditor merasa tidak puas dengan semua data laporan keuangan yang telah disajikan.

Audit internal vs audit eksternal

Secara umum, berdasarkan pelaku pemeriksaannya (auditor), ada dua tipe audit. Ada audit internal yang mana auditor merupakan karyawan perusahaan itu sendiri. Karyawan tersebutlah yang melakukan pemeriksaan laporan keuangan atas perusahaan. Ada pula audit eksternal yang ana auditor berasal dari luar perusahaan. Auditor dari luar perusahaan inilah yang melakukan pemeriksaan laporan keuangan perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *