February 26, 2020

Beginilah Cara Kerja AC Untuk Ruangan

Pastinya anda penasaran bagaimana cara kerja ac yang setiap harinya? AC ataupun air conditioner merupakan alat yang bisa mengatur udara sehingga mampu mengkondisikan Ruangan menjadi sejuk. Selain itu, bisa digunakan untuk menentukan suhu ataupun kondisi ruangan sesuai dengan yang kita inginkan.

Alat untuk merendahkan suhu dari ruangan tersebut dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Ada beberapa di dalam perangkat AC adalah kompresor, kondensor, orifice tube, evaporator, katup ekspansi, dan evaporator.

Jika Anda belum pernah membuka komponen yang ada di dalam AC seperti ini perlu mengetahui beberapa nama-nama komponen tersebut. Apalagi untuk mengetahui cara kerja ac yang kemungkinan belum banyak orang tahu cara kerjanya.

Karena kecanggihan teknologi yang selalu berkembang, menjadikan teknologi yang ada pada AC seperti ini memiliki kualitas teknologi yang sangat canggih. Sehingga para pengguna akan diberikan kemudahan untuk mengatur ataupun untuk mengoperasikan AC dengan cara otomatis.

Penjelasan Beberapa Komponen Yang Ada Pada AC

pixabay.com

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa komponen yang ada di dalam perangkat AC. Kompresor merupakan power unit dari sistem di perangkat AC. Ketika AC tersebut dijalankan, secara otomatis kompresor tersebut akan mengubah fluida kerja. Yaitu berupa gas yang bertekanan rendah menjadi gas yang memiliki bertekanan tinggi.

Gas yang memiliki tekanan tinggi tersebut akan diteruskan menuju ke kondensor. Kondensor sendiri adalah sebuah alat yang nantinya digunakan untuk mengubah ataupun bisa digunakan untuk mendinginkan gas yang bertekanan tinggi tersebut. Setelah itu akan diubah menjadi cairan yang memiliki tekanan tinggi dan dialirkan ke orifice tube.

Untuk orifice tube adalah cairan yang memiliki tekanan tinggi dan nantinya diturunkan tekanannya sehingga suhunya berubah menjadi cairan dingin yang bertekanan rendah. Katup ekspansi, katup ekspansi merupakan sebuah komponen yang ada di dalam perangkat AC dan yang paling penting.

Perangkat ini dirancang untuk bisa mengontrol aliran cairan pendingin tersebut melalui katup orifice. Perangkat tersebut juga digunakan untuk merubah wujud cair menjadi uap yaitu zat pendingin, dan meninggalkan katup untuk pemuaian dan nantinya memasuki evaporator ataupun pendingin.

Berikutnya adalah evaporator, ataupun yang biasanya disebut dengan pendingin. Refrigerant nantinya menyerap panas di dalam ruangan tersebut melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator, setelah itu meniupkan udara dingin tersebut ke ruangan. Reflection di dalam evaporator tersebut mulai merubah menjadi uap yang memiliki tekanan rendah. Akan tetapi masih mengandung sedikit cairan.

Campuran dari refrigeran tersebut kemudian akan masuk ke dalam akumulato. Berikutnya lanjut ke proses memberikan tekanan, setelah itu baru diedarkan di dalam sistemnya kembali. Biasanya perangkat evaporator seperti ini akan dipasangi silikon yang nantinya berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Cara Kerja Secara Detail Ac

pixabay.com

AC ditemukan pada tahun 1902 oleh Willis Carrier. Dia itu seorang ahli Teknik Elektro yang saat itu bisa membuat alat dengan kecanggihan yang sangat luar biasa. Itu bisa menyerap kelembaban yang tinggi di udara pada saat musim panas.

Selanjutnya akan diolah dengan menggunakan alat dan akan menjadi dingin udara tersebut. Pada dasarnya AC bekerja untuk mendinginkan udara di ruangan dengan menggunakan prinsip fisika sederhana. Yaitu konversi cairan yang nantinya menjadi udara secara alami dan menyebabkan penyerapan panas tersebut. Hal ini dinamakan dengan fase konversi.

Perangkat AC nantinya akan memanfaatkan suatu campuran kimia sehingga bisa menciptakan lingkungan tertutup, dimana di dalamnya nanti akan ada proses penguapan dan kondensasi secara berulang kali. Untuk campuran seperti inilah yang dinamakan dengan refrigerant.

Terdiri dari chlorofluorocarbon, hydro chlorofluorocarbon, dan perfluorocarbon. Beberapa senyawa tersebut nantinya bisa menciptakan fase konversi di dalam perangkat AC tersebut. Selain itu, dari perangkat AC jika memiliki kipas yang nadanya bisa membantu untuk mengalirkan udara panas tersebut berjalan melalui kumparan yang nantinya akan berisi refrigerant.

Nantinya udara panas tersebut akan dialirkan dengan bantuan kipas tersebut menuju kumparan evaporator yang berisi refrigerant ataupun senyawa refrigerant. Selanjutnya langsung proses penyerapan panas dan merubah wujud dari cair menjadi gas.

Agar nantinya refrigerant tersebut mampu melakukan tugas ataupun proses tersebut, AC harus bisa mengembalikan wujud dari gas kembali menjadi cairan. Untuk cara seperti ini nantinya menggunakan cara kerja penekanan gas ataupun yang biasa disebut dengan kompresi.

Tekanan yang tinggi nantinya akan menyebabkan timbulnya suhu panas yang langsung pada perangkat kipas tersebut dialirkan menuju kumparan golden share dan dialirkan ke ruangan. Siklus seperti ini yang tentunya bisa berjalan secara berulang-ulang..

Maka dari itu, perlu Anda ketahui Untuk beberapa perangkat yang harus diberikan perlindungan khusus pada perangkat AC khususnya. Yaitu di bagian pipa AC tersebut harus diberikan perlindungan khusus agar tidak mudah rusak.

Anda bisa menggunakan pelindung pipa AC yaitu menggunakan armaflex. Saat ini tersedia dengan berbagai jenis ukuran dan ketebalan.

Cari ketebalan ukuran 1/4 inchi hingga ketebalan mencapai 2 inch. Contoh ketebalan dari bahan tersebut juga memiliki harga yang berbeda. Yang jelas untuk harga armaflex 2 inch memiliki harga yang masih tergolong rendah dibanding dengan merk lainya.

Mungkin itu tadi beberapa informasi cara kerja pada perangkat AC yang selama ini mungkin belum anda ketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *