August 11, 2020

Jagung Pipil, Komoditas Pertanian Yang Menjanjikan

Salah satu komoditas pertanian yang cukup menjanjikan selain padi adalah jagung. Selain bisa ditanam di lahan sawah ataupun tegalan. Jagung juga bisa dipanen saat kondisi jagung masih muda ataupun saat jagung sudah tua. Hal itu tentu berbeda denga tanaman padi yang harus menunggu tua terlebih dahulu baru bisa dipanen.

Manfaat Jagung Pipil

Sama dengan padi jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir jagung pipil hibrida menjadi komoditas pertanian yang cukup diminati petani Indonesia. Bahkan tidak sedikit petani yang lebih tertarik untuk menanam jagung pipil dibandingkan untuk menanam padi.

Pasalnya jagung pipil memiliki harga yang cukup menjanjikan dan layak untuk petani. Dengan adanya hal tersebut bahkan banyak lahan Perum Perhutani khususnya di pulau jawa yang dijadikan sebagai lahan jagung pipil hibrida oleh petani.

Biasanya petani akan menanami lahan Perum Perhutani dengan jagung pipil hibrida ketika lahan tanaman jati yang ada di Perum Perhutani akan dipanen sampai pohon jati di replanting dengan pohon jati yang baru. Paling tidak lahan Perum Perhutani tersebut bisa ditanami jagung oleh petani sampai pohon jati berumur kira-kira 2 tahun.

Dengan semakin banyaknya varietas jagung hibrida dari produsen PMDN maupun PMA yang sudah mempunyai ijin edar atau pemasaran di Indonesia, tentu hal tersebut membuat petani semakin diuntungkan.

Pasalnya jagung hibrida memiliki banyak keunggulan yang dapat menguntungkan petani. Adapun beberapa keunggulan  yang dimiliki jagung hibrida dapat dilihat dibawah ini.

Keunggulan Jagung Hibrida

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jagung hibrida dikenal berkualitas dan memiliki banyak keunggulan, adapun keunggulan dari jagung hibrida antara lain sebagai berikut:

  1. Jagung hibrida dapat menghasilkan hasil panen yang bagus.
  2. Tahan terhadap penyakit bulai, karat daun bahkan hawar daun.
  3. Tahan rebah akar dan batang.
  4. Bisa ditanam pada saat musim kemarau ataupun kekeringan.
  5. Mudah beradaptasi dengan lingkungan atau lahan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *