August 14, 2020

Mitos Tentang Bunga Winongo di Masyarakat

Bunga winongo merupakan jenis bunga yang jarang didengar. Meski begitu, cukup banyak mitos yang beredar soal bunga satu ini. Kali ini akan dibahas beberapa mitos yang terkait dengan bunga winongo. Simak terus ya.

Mitos Terkait Bunga Winongo

Ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat terkait dengan bunga winongo. Bunga satu ini memang tak banyak ditemui. Hal tersebut bisa jadi dikarenakan mitos yang beredar. Di bawah ini akan disimak beberapa mitos yang beredar agar Anda bisa mengetahui dengan jelas. Inilah mitos yang dikenal turun temurun

  1. Sebagai Media Pelet

Mitos yang kerap beredar adalah penggunaan bunga winongo sebagai media pelet. Terkadang orang sengaja menanam bunga di depan rumah seseorang dengan tujuan memelet. Hal ini tak lepas dari tujuannya agar orang yang dituju tunduk padanya. Mitos ini cukup bertentangan dengan anggapan bahwa bunga jenis ini mampu menangkal ilmi hitam.

  1. Penangkal Ilmu Hitam

Bunga satu ini dikenal mampu menangkal ilmu hitam. Tak heran jika banyak roang yang menanamnya di halaman depan rumah. Orang-orang yang ada di dalam rumah akan dilindungi dari segala macam ilmu hitam yang dimaksud. Ada berbagai jenis ilmu hitam yang kerap didengar, misalnya sihir teluh, guna-guna, santet dan lain sebagainya. Namun, perlu diingat bahwa untuk menangkal ilmu hitam tak bisa hanya mengandalkan bunga saja. Memohon perlindungan pada Sang Pencipta juga harus selalu dilakukan.

  1. Melariskan Dagangan

Mitos lainnya yang beredar adalah mampu berguna sebagai penglaris dagangan. Jika barang dagangan terjual dengan laris manis, tentu laba yang didapat akan tinggi. Selain itu, dagangan yang laris juga akan menarik pengunjung lain untuk membeli. Namun, lakunya barang jualan juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kualitas barang dagangan atau cara menawarkan dagangan. Jadi, lakukan semua usaha untuk berdagang dengan maksimal ya.

Itulah beberapa mitos yang beredar di masyarakat terkait dengan bunga winongo. Mitos yang ada dipercaya secara turun temurun. Banyak yang mempercayainya, namun ada juga yang menolak percaya karena tidak dilandasi dengan bukti ilmiah. Jadi, Anda golongan yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *